Ustadz Iwan Setiawan: Anak muda harus menguasai tiga ilmu

"Tahun 2015-2030 merupakan periode pertumbuhan penduduk dengan bonus demografi. Pada periode ini generasi muda (17-40thn) jumlahnya menempati urutan terbanyak. Dalam beberapa hal, kondisi seperti ini dapat menimbulkan persaingan yang sangat ketat. Baik dalam hal kesempatan peluang berusaha, hingga ke persoalan jodoh. Tes CPNS tahun ini tercatat kedalam jumlah terbesar dalam sejarah dengan peserta tidak kurang dari 3,5 juta yang memperebutkan  ribuan lowongan kerja" papar Ustadz Iwan Setiawan, M.Si mengawali ceramah pada Pengajian Rutin  Ahad ke tiga PDM Kebumen, Ahad (21/10)

Di depan Anggota Pleno PDM, Majelis dan Lembaga, PCM, Pimpinan Ortom PDM beserta anggotanya, Direktur/Ketua/Kepala dan karyawan AUM serta anggota,warga dan simpatisan Muhammadiyah Kebumen, Ustadz  yang saat ini menjabat sebagai Ketua PWPM Yogjakarta ini selanjutnya berpesan bahwa 
anak muda harus menguasai tiga ilmu untuk sukses  dalam urusaan-urusan dunia, maupun akhirat. Ketiga ilmu dimaksud adalah: ilmu syari"ah, ilmu profesi dan ilmu beladiri. Ilmu syariah mengatur aqidah,ibadah, aklhlaq dan muamalah. "Aqidah keyakinan untuk hanya menyembah kepada  Allah SWT saja. Sedangkan Ibadah adalah segala sesuatu itu haram kecuali yang telah diperintahkan oleh Allah SWT  dan rasulnya. Akhlaq sesuatu yang sudah terbiasa, yang  tib-tiba muncul, Sementara itu muamalah dunia adalah segala sesuatu itu boleh kecuali yang dilarang oleh Allah swt dan rasulnya" papar Ustadz Iwan.

Dalam bagian lain Ustadz Iwan menjelaskan ilmu profesi. "Ilmu profesi adalah ilmu yang mengantarkann kita di dunia menjadi orang yang bermartabat. Seseorang harus punya cita-cita dalam hidupnya. Mempunyai dua profesi, utama dan sampingan. Filosofi manusia diberi 2 kaki, jika satu kaki sakit maka yang satunya bisa berjalan. Wiraswasta dapat  menjadi solusi untuk menjadi sumber nafkah diri sendiri juga membantu orang lain dengan membuka lapangan kerja" jelas Ustadz Iwan. Sedangkan dalam hal ilmu beladiri, menurut Ustadz Iwan merupakan ilmu yang dapat digunakan ketika "srawung" dengan masyarskat. " ilmu ini berguna untuk menjaga diri dari  kejahatan orang  jahat, untuk menjaga izzah diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama" tambah Ustadz Iwan, sebelum memberikan pesan kepada kawula muda Muhammadiyah tentang sejarah berdirinya dan keberadaan KOKAM dalam perkembangan peradaban seperti saat ini.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.