Antisipasi kebutuhan layanan pasca lebaran, RS PKU Muhammadiyah Gombong Siagakan Tim dokter dan spesialis


Lebaran merupakan momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim dunia. Ini adalah hari kemenangan dimana setelah 30 hari penuh menjalankan ibadah puasa. Seseorang akhirnya bisa bebas makan dan minum tanpa harus menunggu waktu berbuka tiba.

Suasana puasa hingga lebaran, banyak perubahan, banyak yang istimewa. Tidak hanya rumah diperbaiki hingga dihias,  menu makanan dibuat dan dihidangkan. Untuk menyambut bulan suci hingga hari kemenangan. Sanak saudara saling berkunjung, saling memaafkan dan menikmati hidangan. Hari-hari itu, seringkali orang melupakan kondisi fisik dan kesehatan.
Pasca lebaran baru terasa, terjadi banyak perubahan. Perubahan pola  kehidupan sehari-hari yang  apabila tidak diperhatikan dengan baik dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Perubahan tersebut meliputi perubahan pola makan, pola tidur dan pola aktivitas. 

"Perubahan Pola Makan Selama menjalankan ibadah puasa, terjadi pengurangan frekuensi makan yaitu seseorang hanya makan/minum pada 2 waktu dalam sehari yaitu saat buka dan sahur. Repetisi ini terjadi selama 30 hari sehingga membuat tubuh beradaptasi terhadap keadaan tersebut. Tubuh mulai terbiasa dengan pola makan 2 kali dalam sehari dan jenis makanan/minuman tinggi gula yang sering dikonsumsi saat berbuka puasa maupun sahur" jelas Supriyadi kepada tim liputan portal berita pdmkebumen.or.id

Ketika Ramadhan selesai, tambah Supriyadi lagi, bahwa artinya kita harus kembali lagi ke pola makan awal, yaitu 3 kali makan makanan utama. Namun, karena sudah terbentuk pola baru saat berpuasa, maka untuk kembali lagi ke pola makan awal sering dirasa sulit. Tubuh harus beradaptasi ulang, tak jarang bahkan menimbulkan gejala seperti kembung dan mual sehingga banyak orangyang mengalami penurunan nafsu makan akibat hal ini.

Untuk mengatasi perubahan pola makan yang terjadi, Anda harus melatih tubuh secara perlahan. Jika masih belum bisa terbiasa lagi untuk makan 3 kali sehari, maka tidak masalah jika hanya makan sebanyak 2 kali sehari, namun kebutuhan energi tubuh harus tetap terpenuhi dengan baik. Caranya yaitu dengan cermat memilih jenis makanan yang di konsumsi.

Perubahan pola tidur. Tidur adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang juga harus dipenuhi dengan baik, sama seperti makan dan minum. Berbagai fungsi tubuh dapat terganggu apabila waktu tidur tidak cukup dan kualitasnya tidak baik.

Selama Ramadhan, pola tidur juga ikut berubah. Seseorang bisa tidur lebih larut dari biasanya dan harus bangun lebih pagi untuk sahur. Secara kuantitas, jam tidur sangat berkurang drastis.Ini akan sangat berpengaruh pada aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Kekurangan tidur dapat menyebabkan produktifitas menurun, konsentrasi menurun, bahkan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler dan menurunkan daya tahan tubuh. Demikian juga dengan perubahan aktivitas fisik kita yang berubah

Refleksi dari perubahan perubahan pola makan, pola aktivitas, pola tidur dan sebagainya ditambah dengan budaya mudik masyarakat sehingga kondisi kesehatan masyarakat sangat rentan terhadap penyakit dan kecelakaan. Untuk itu manajemen RS Muhammadiyah Gombong mengantisipasi hal tersebut dengan mensiagakan dokter dokter spesialisnya guna melayani masyarakat. 

Masyarakat bisa mendapatkan layanan seluruh dokter spesialis dengan menggunakan kartu BPJS kesehatan/ Jamkesmas/ Askes/ Jamsostek / TNI dan Polri bisa di layani oleh dokter dokter spesialis di RS PKU GOMBONG dan bagi Korban kecelakaan Lalu Lintas kepengurusan klaim biaya perawatan dan tindakan selama di RS dibantu pihak RS untuk mendapatkan hak Asuransinya.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.